Home / Pendapat / Ayat-ayat Kausalitas

Ayat-ayat Kausalitas

Sebagai manusia, kita tidak pernah luput dari problematika kehidupan. Baik kecil maupun besar, dimana saja, kapan saja, problematika senantiasa mengiringi perjalanan kehidupan manusia.

Ketika sebuah problem muncul kita mencoba mencari solusi dari luar kita. Terkadang kita datang ke teman dan kita curhat, terkadang kita datang ke keluarga kita, dan kita minta nasehat dan masukan. Bahkan seringkali kita juga fokus berdoa kepada Allah subhaanahu wa ta’alaa, berdzikir, membaca Al Qur’an dan sebagainya. Namun terkadang semua yang sumbernya dari luar diri kita tak kunjung memberikan solusi terhadap problematika yang sedang kita hadapi.

Sebagai seorang muslim, kita meyakini bahwa Al Qur’an adalah pedoman dan petunjuk kehidupan, Al- Qur’an adalah solusi atas berbagai macam masalah yang kita hadapi. Demikian juga hadits sebagai sabda Nabi Muhammad saw, juga kita yakini kebenarannya dan kita yakini sebagai solusi atas berbagai macam persoalan.

Dan terkadang Al-Qur’an dan hadits bukan menunjukkan pada sesuatu di luar diri kita. Namun Al-Qur’an dan Hadits seringkali menunjukkan jalannya dimana jalan itu ada pada diri kita.

Kita ambil contoh dari Hadits Nabi Muhammad saw yang memberi petunjuk tentang hal tersebut

من يسسر على معسر ييسره الله في الدنيا و الأخرة

Artinya: “Barangsiapa yang memudahkan urusan orang yang sedang kesusahan, maka Allah akan memudahkannya di dunia dan akhirat”.

Dalam hadits yang lain

و الله في عون العبد ما دام العبد في عون أخيه

Artinya: “Allah SWT senantiasa menolong hamba-Nya selama hamba itu suka menolong saudaranya”.

Demikian juga dalam hadits yang lain

من ستر مسلما ستره الله

Artinya: “Barangsiapa yang menutup aib seorang muslim, maka Allah juga akan menutup aibnya”.

Ini dalam hadits, bagaimana dengan Al Qur’an?

Ayat yang masyhur yang berisi hukum kausalitas atau sebab akibat l, salah satunya adalah ayat 1000 Dinar sebagai berikut

و من يتق الله يجعل له مخرجا، و يرزقه من حيث لا يحتسب. ومن يتوكل على الله فهو حسبه

Jika dibuat terjemahan sederhana, maka kira-kira bahasanya begini

Takwa saja dulu, nanti Allah kasih solusi.
Takwa saja dulu, nanti Allah kasih rejeki yang tidak dikira-kira
Tawakkal saja dulu, nanti Allah yang cukupi.

Baik ayat Al Qur’an maupun hadits di atas semuanya bermuara pada diri kita dulu yang harus memulai. Diri kita dulu yang harus diperbaiki, bukan orang lain.

Semoga bermanfaat!

*) Penulis: Amir Abdullah

Tagged:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *